Beberapaalat musik tradisional Bali yang digunakan antara lain : Gangsa, Cengceng, Reong, Kempul, Penyahcah, Suling, Kendang, Gong, Jegogan, dan Kajar. 22. Tari Manukrawa. Tari Manukrawa via Youtube. Tarian Manukrawa termasuk kedalam golongan tari tradisional yang berasal dari daerah Bali. TariBali tidak selalu bergantung pada alur cerita. Tujuan utama penari Bali adalah untuk menarikan tiap tahap gerakan dan rangkaian dengan ekspresi penuh. Kecantikan tari Bali tampak pada gerakan-gerakan yang abstrak dan indah. Tari-tari Bali yang paling dikenal antara lain Pendet, Gambuh, Baris, Sanghyang dan Legong. cash. Setelah sebelumnya kita membahas tentang beberapa tari Bali, seperti tari kecak, barong, legong, dan pendet. Pada kesempatan kali ini, akan menyuguhkan tarian khas Bali lain yang tidak kalah unik dan populer dibanding tarian tradisional lainnya. Bali merupakan salah satu destinasi wisata yang menjadi wajah Indonesia bagi para wisatawan mancanegara. Pulau Dewata ini menyimpan beragam kearifan lokal dengan keanekaragaman budaya disetiap sudutnya. Salah satu warisan kebudayaan yang menjadi karakter Bali adalah tarian tradisional. Hal ini bisa dilihat saat kita berkunjung ke Bali. Hampir dipastikan, kita akan disuguhi dengan aneka jenis tarian khas Bali. Tarian ini dibawakan oleh seluruh elemen masyarakat, baik tua, muda, laki-laki serta perempuan. Keelokan tari asli Bali nampak dari gerakan, iringan musik, makna dan filosofi yang dikisahkan, kesakralan, nilai budaya, serta penggunaan kostum dan properti saat menari. Tari Bali merupakan pintu bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk lebih mengenal warisan luhur Pulau Dewata. Oleh sebab itu, diperlukan perlakuan dan kesadaran untuk menjaga eksistensi budaya Indonesia agar tetap lestari di masa mendatang. Misalnya dengan menggelar pementasaan saat upacara budaya dan keagamaan, sebagai sarana hiburan, ajang komunikasi masyarakat, serta mempelajari aneka tarian tradisional khas daerah masing-masing. Seni Tari Tari Tradisional Tari Bali one. Tari Wali / Bali / Sakral 2. Tari Bebali / Semi Sakral 3. Tari Balihan / Hiburan Berbagai Macam Tari Tradisional Bali i. Tari Kecak 2. Tari Pendet 3. Tari Barong iv. Tari Legong 5. Tari Trunajaya 6. Tari Baris 7. Tari Panji Semirang 8. Tari Margapati nine. Tari Wirayudha 10. Tari Condong eleven. Tari Janger 12. Tari Puspanjali thirteen. Tari Topeng Bali xiv. Tari Baris Tunggal fifteen. Tari Cendrawasih Bali 16. Tari Kebyar Duduk 17. Tari Durga Mahisasura Mardini xviii. Tari Cilinaya 19. Tari Gopala 20. Tari Ciwa Nataraja 21. Tari Belibis 22. Tari Manukrawa 23. Tari Rejang 24. Tari Tenun 25. Tari Gambuh 26. Tari Telek 27. Tari Wiranata 28. Tari Panyembrama 29. Tari Sanghyang 30. Tari Kupu-kupu Seni Tari Seni tari merupakan bagian dari kesenian dengan dengan media ungkap gerakan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia menyampaikan pengertian seni tari adalah salah satu bentuk kesenian yang memilki media ungkap atau substansi gerak melalui gerakan manusia. Adapula pengertian lain tentang seni tari, misalnya berdasarkan KBBI atau Kamus Besar Bahasa Republic of indonesia menjelaskan bahwa seni tari tari adalah aliran seni berkaitan dengan gerakan badan tangan dan lainnya yang berirama dan umumnya diringi bunyi musik, gamelan, dan lainnya. Substansi dasar dalam tarian adalah gerak. Namun gerak yang dimaksud bukan gerakan realistis atatau keseharian, melainkan gerakan ekspresif. Gerak ekspresif merupakan gerakan indah dan mampu mempengaruhi perasaan melalui ritme tertentu. Gerakan indah tersebut tidak terbatas pada gerakan lembut atau halus, sebab bisa juga gerakan kuat, kasar, keras dan penuh tekanan dapat menghasilkan gerakan yang indah. Tari Tradisional Setidaknya ada lebih dari 117 tarian daerah yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Beberapa diantaranya bahkan diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia, seperti tari Bali, yaitu tari barong ket, tari baris, tari legong keraton, tari rejang dan sebagainya. Tari tradisional adalah suatu tarian yang berasal dari masyarakat daerah tertentu yang secara turun-temurun di wariskan serta menjadi budaya asli masyarakat setempat. Suatu tarian dapat dikategorikan sebagai tari tradisional jika memiliki ciri seperti berkembang secara turun-temurun, diiringi musik tradisional, serta berkembang di masyarakat umum. Tari tradisional di Indonesia dibagi menjadi three jenis tarian, yaitu tari klasik yang merupakan tari tradisional yang lahir di lingkungan keraton, hidup dan berkembang sejak zaman feodal, serta diwariskan secara turun temurun di kalangan bangsawan. Contohnya adalah tari serimpi, tari bedhaya, tari bondan, dan sebagainya. Kemudian tari kerakyatan atau folklasik yang merupakan tarian tradisional yang lagi dari kebudayaan masyarakat lokal, hidup dan berkembang di masa primtif dan diturunkan secara waris hingga saat ini. Contohnya adalah tari polostomo, erang dan bardin. Sedangkan tari kreasi baru adalah tarian klasik yang digubah dan dikembangkan sesuai zaman dengan mempertahankan nilai yang dimilikinya. Contohnya adalah tari merak dan tari kupu-kupu. Tari asli Bali mempunyai ciri dan karakteristik tersendiri dibanding tarian daerah lainnya. Biasanya tarian-tarian dari Pulau Dewata memiliki ikatan dengan keagamaan serta unsur-unsur sakral. Tarian asal Bali dapat dikelompokkan dalalam iii kategori, yaitu tari wali / sakral, tari bebali / semi sakral, dan tari balihan / hiburan. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing kategori tari Bali tersebut, yaitu i. Tari Wali / Bali / Sakral Tari sakral Bali adalah sebutan lain untuk tari wali atai tari sanghyang. Tarian yang masuk kelompok ini hanya boleh dipentaskan ketika upacara keagamaan. Biasanya tarian-tarian wali merupakan pelengkap upacara keagamaan. Selain itu, ada pula anggapan jika tari sakral wali adalah hiburan yang ditujukan untuk para leluhur atau dewa-dewi khayangan yang turun ke bumi mercapada. Umumnya kategori tarian Bali ini digelar di surface area pura dengan perlengkapan dan pakaian adat. Bahkan beberapa diantaranya hanya boleh ditarikan oleh gadis yang masih suci. Tari tradisional Bali yang masuk kategori tari sakral adalah tari sanghyang dedari, shanghyang jaran, tari rejang, tari baris, dan tari pendet. 2. Tari Bebali / Semi Sakral Tarian ini adalah jenis tari semi sakral yang dapat difungsikan untuk acara adat keagamaan serta tari hiburan. Jika dipentaskan di area pura, biasanya dilakukan di halaman tengah atau madya madala. Kisah yang diangkat dalam tarian ini adalah kalon terkait upacara tersebut. Berikut ini adalah beberapa jenis tarian semi sakral Bali atau tari bebali, yaitu tari topeng sanghyang, sidakarya, panca, pajegan dan tari gambuh. 3. Tari Balihan / Hiburan Kelompok tari ini berfungsi sebagai tarian hiburan masyarakt. Umumnya tari jenis ini dipentaskan di panggung atau gedung serta are terluar pura. Tari balihan selalu mengalami dinamika dan perkembangan oleh senimat tari Bali. Beberapa tarian yang masuk dalam kategori ini antara lain tari janger, kecak, cendrawasih, puspa anjalai, manukrawa dan tarian tradisional modernistic lain. Berbagai Macam Tari Tradisional Bali Berikut ini adalah daftar lengkap berbagai macam tarian tradisional yang berasal dari Bali, antara lain i. Tari Kecak Tari kecak adalah tarian Bali yang sangat terkenal. Tarian ini dimainkan oleh puluhan bahkan ratusan penari laki-laki yang membentuk formasi lingkaran. Ciri utama dari tari kecak adalah teriakan kata “cak cak cak” secara serentak oleh para penari dengan gerakan dua tangan keatas. Pixabay Tarian kecak mengisahkan tentang cerita Ramayana, yaitu saat terjadinya pertempuran antara Rama yang dibantu oleh Hanoman untuk melawan Rahwana. Tari ini merupakan ciptaan dari seniman tari bali bernama Wayan Limbak yang bekerjasama dengan seniman lukis Jerman bernama Walter Spies pada tahun 1930-an. 2. Tari Pendet Tari pendet adalah tarian pemujaan yang sering dipentaskan di pura oleh umat Hindu sebagai bagian dari prosesi ibadah untuk menyambut datangnya Dewa dari langit. Jenis tarian Bali ini dimainkan oleh penari wanita dalam jumlah tertentu dengan mengenakan pakaian adat khas Bali. Para penari dilengkapi pula dengan hiasan bunga serta membawa sesajen. Tarian ini juga berkembang menjadi tari penyambutan atau lebih dikenal tari selamat datang bagi tamu atau wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata. Selain itu, tari pendet juga kerap dipentaskan saat pembukaan acara-acara resmi. three. Tari Barong Tari yang berasal dari Bali ini dimainkan oleh penari dengan mengenakan kostum barong berwajah seram berhiaskan ornamen khas Bali. Kata barong dalam tarian ini diduga berasal dari kata “bahruang” atau berarti beruang. Meski berasal dari akta beruang, akan tetapi banyak model topeng lain, seperti barong asu, baron blablasan, barong gajah, barong macan dan sebagainya. Oleh beberapa masyarakat, topeng barong terkadang juga menjadi hiasan rumah. Pixabay Tarian barong dilakukan oleh dua orang penari laki-laki. Penari posisi depan adalah pemakai topeng, sedangkan penari yang berda dibelakangnya bertugas untuk menggerakan tubuh dan ekor barong. Nilai, makna dan filosofi yang diangkat dalam tari barong Bali adalah peperangan antara sifat baik dan buruk. Sifat baik diwakili oleh barong, sedangkan sifat jahat diwakili oleh rangda. Tarian ini sangat sakral dan hanya dipentaskan pada upacara ritual tertentu. 4. Tari Legong Menurut sejarahnya, tari legong adalah tarian yang berasal dari lingkungan keraton. Akan tetapi seiring perkembangan zaman, tarian ini menyebar di masyarakat dan dapat dijumpai saat acara-acara lain. Kata “legong” mempunyai makna, yaitu “leg” atau luwes dan “gong” yang berarti gamelan tradisional Bali. Saat menarikan tarian ini, penari legong yang berjumlah 2 atau 3 orang akan membawakan gerakan elok dan gemulai dengan membawa kipas. Gerakan penari akan diiringi oleh alat musik tradisional Bali. Beberapa jenis tari legon Bali adalah legong keraton atau lasem, legong jobog, legong legod bawa, legong sudarsana, dan legong kuntul. 5. Tari Trunajaya Trunajaya adalah tari Bali yang mengisahkan tentang seorang lelaki yang jatuh cinta dan ingin memikat hati perempuan pujaannya. Pada awalnya tarian ini hanya dimainkan oleh penari pria, akan tetapi kemudian berkembang dan tarian ini dilakukan pula oleh wanita. Tari trunajaya adalah tarian heroik. Kata truna berarti pemuda, sedangkan jaya berarti puncak. Tarian ini diciptakan pada tahun 1915 oleh Pan Wandres dalam bentuk kebyar legong dan kemudian disempurnakan oleh I Gede Manik. Keunikan tari trunajaya berada pada gerakan penari yang membelalakkan mata sambil memasang kuda-kuda. Gerakan ini adalah simbol daro kejantanan penari ketika hendak menyatakan cintanya. 6. Tari Baris Tari baris adalah salah satu tarian ritual Bali yang kini berkembang menjadi tarian hiburan masyarakat. Sesuai dengan namanya, tarian ini dilakukan dengan pola atau formasi berbaris eight hingga 40 penari laki-laki. Tari baris adalah tarian Bali yang bercerita tentang ketangguhan para ksatria Bali. Hal tersebut juga ditampilkan pada gerakan-gerakan badan penari yang terlihat tangguh. Para penari mengenakan kostum kahs Bali dengan ornamen di bagian kepala, badog, lamak, awir, baju beludru dan celana panjang. Tarian ini juga dipentaskan sebagai persembahan dan wujud rasa syukur. 7. Tari Panji Semirang Panji semirang adalah tari Bali yang diciptakan oleh seniman bernama I Nyoman Kaler pada tahun 1942. Tari panji semirang mengisahkan tentang petualangan Putri Galuh Candrakirana saat mengebara dan menyamar sebagai lelaki bernama Raden Panji untuk menghilangkan kesedihan seusai suaminya meninggal. Ciri dari tarian ini adalah penari wanita yang mengenakan kostum, riasan dan properti untuk menyamar sebagai pria dan gerakan membelalakkan mata sambil tersenyum. Tari panji semirang termasuk tarian hiburan sehingga tidak dipentaskan di area pura. 8. Tari Margapati Tari margapati adalah tarian bali yang mempunyai makna sebagai tarian menuju kematian. Ketika melihat pentas tarian ini, kita akan menyaksikan penari gagah dan bergerak lincah bagai laki-laki. Gerakan tersebut dilakukan secara cepat seakan-akan hendak menyergap. Margapati berasal dari dua kata, yakni marga yang berarti binatang dan pati yang berarti raja. Tarian ini termasuk tari putra keras dan melukiskan gerak gerik singa yang tengah berkelana memburu mangsa. 9. Tari Wirayudha Tari wirayudha adalah tarian perang dari Bali yang diperankan oleh two sampai 4 orang penari pria dilengkapi senjata tombak. Tari Bali ini bercerita tentang sekelompok Bali Dwipa yang sedang bersiap untuk maju dan bertempur di peperangan. Wirayudha berasal dari dua kata, yaitu wira yang berarti pahlawan dan yidha yang berarti perang. Sosok prajurit kerajaan yang gagah berani adalah gambaran dari gerakan tarian ini. Tari wirayuda diciptakan pada tahun 1979 sebagai hasil kreasi tari tradisional modern oleh I Wayan Dibia. Karena bertema perang, maka penari mengenakan hiasan ikat kepala yang disebut udeng-udengan. 10. Tari Condong Menurut kepercayaan masyarakat yang diwariskan secara turun temurun, tari Condong adalah tarian Bali yang berasal dari mimpi pangeran dari Sukawati saat sakit pada abad ke-19. Saat itu, ia bermimpi berjumpa dengan dua orang gadis cantik yang sedang menari dengan gerakan lemah gemulan nan anggun. Sang pangeran yang melihat gerakan dengan iringan gamelan Bali tersebut sangat terkagum-kagum. Kemudian setelah pangeran sembuh, ia mengajarkan gerakan tarian yang dilihat dalam mimpinya kepada beberapa wanita. 11. Tari Janger Tari Janger adalah tari Bali yang masuk dalam kelompok tari pergaulan anak muda yang dipercaya telah ada sejak tahun 1930. Tarian ini dimainkan oleh pasangan penari putra dan putri yang berjumlah 10 sampai xvi orang. Penari-penari tersebut juga menyanyikan lagu janger secara bersahut-sahutan. Menurut cerita, tarian ini terinsipirasi dari gerakan memetik kopi. Tarian janger masuk dalam kategori tari balihan sebagai tarian upacara dan hiburan. 12. Tari Puspanjali Tari puspanjali adalah tarian Bali yang berfungsi sebagai tari penyambutan. Tarian ini dimainkan oleh 5 sampai seven orang penari wanita dengan mengenakan pakaian adat Bali. Pakaian yang dikenakan terinspirasi dari upacara rejang dalam penyambutan tamu undangan. Ciri dari tari puspanjali adalah penari yang membawa bokoran serta melakukan gerakan lemah lembut dan gemulai dengan iringat musik yang dinamasi. Tarian ini diciptakan oleh Swasthu Wijaya peanta tari dan I Nyoman Windha penata tabuh apda tahun 1989. thirteen. Tari Topeng Bali Tari topeng Bali adalah salah satu tarian sakral dari Bali. Bagi masyarakt Bali, topeng mempunyai arti dan makna penting. Hal tersebut terkati dengan upacara keagamaan Hindu. Tari topeng Bali merupakan tarian yaang kental dengan unsur magis dan menjadi seni yang sakral. Filosofi topeng yang dikenakan penari adalah representasi dewa-dewa yang menganugerahkan ketentraman dan keselamatan bagi masyarakat Bali. xiv. Tari Baris Tunggal Tari baris tunggal adalah seni tari yang berasal dari dari Pulau Dewata. Berdasarkan perkiraan, tarian ini muncul pada abad ke-16. Dugaan ini berasal dari informasi dalam Kidung Sunda. Dalam naskah tersebut diceritakan bahwa ada tujuh jenis tari baris yang dibawakan dalam upacara kremasi di Jawa. Selain itu, ada pula keterangan bahwa pada awal kemunculan tari baris tunggal merupakan bagian dari ritual keagamaan saat itu. 15. Tari Cendrawasih Bali Tari cendrawasih merupakan hasil karya dari seniman tari bernama I Gede Manik. Menurut sumber sejarah, tarian ini pertama kali ditampilkan di subdistrik atau kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng pada tahun 1920-an. Tarian ini juga diolah oleh koregrafer bernama Swasthi Waiyaja Bandem pada tahun 1988 dan hingga kini sering dipentaskan. Tari cendrawasih Bali adalah tarian yang menggambarkan keindahan corak tubuh burung khas Papua. Sebab bagi masyarakat Bali, burung cendrawasih dikenal sebagai manuk dewata. Tari ini dipentaskan oleh 2 orang penari yang berperan sebagai cendrawasih jantan dan betina. Gerakan-gerakan penari merupakan simbol perilaku sepasang burung yang tengah memadu kasih. 16. Tari Kebyar Duduk Kebyar duduk adalah tari Bali yang diciptakan oleh maestro kesenian tari asal Tabanan bernama I Ketut Mario pada tahun 1925. Tarian ini juga dikenal sebagai tari kebyar terompong ketika dimainkan dengan alat musik terompong. Gerakan tari kebyar duduk didominasi oleh gerakan dalam posisi duduk dengan menyilangkan dua kaki atau bersila. Gerakan-gerakannya dilakukan dalam posisi sulit, yaitu setengah jokngkok dan nampak sangat unik saat penari bergerak melangkah dan berpindah dengan sangat cepat. Tarian ini adalah tari tunggal. Unsur yang ingin disampaikan tari kebyar duduk adalah nuansa musik dan ekspreis waja serta gerakan penari. 17. Tari Durga Mahisasura Mardini Tari durga mahisasura mardini adalah karya seni tari Bali yang merupakan tarian kreasi dan terinspirasi dari kisah durga mahisasura mardini sesuai yang tertulis di lontar siwagama. Tarian ini sangat erat dengan budaya Bali. Esensi tarian Bali terlihat dalam gerakan, tata rias, pakaian tradisional serta musik yang mengalun mengiringi tarian ini. xviii. Tari Cilinaya Tari tradisional Bali ini diciptakan oleh I Wayan Dibia, seorang maestro tari Bali pada tahun 1986. Mulanya, tari cilinaya diciptakan untuk pentas Sekaa Gong Patra Kencana Singapadu di Gianyar. Cili merupakan busana penari yang melambangkan keceriaan dan kegembiraan sebagai pesan utama tarian ini. 19. Tari Gopala Tari tradisi Bali berikutnya adalah tari gopala yang menceritakan tingkah laku sekelompok penggembala sapi yang sedang berada di ladang atau expanse penggembalaan. Kata gopala berasal dari bahasa kawi yang berarti penggembala sapi. Tarian ini diciptakan oleh I nYoman Suarsa sebagai penata tari dan I Ketut Gede Asnawa sebagai penata musik. Jumlah penari gopala antara iv sampai 8 orang penari pria. Hal menarik dari tarian ini adalah ekspresi humoris dari penari melalu gerakan-gerakan yang dilakukannya. 20. Tari Ciwa Nataraja Tari Ciwanataraja adalah tarian khas Bali dan termasuk tarian persembahan. Dewi Ciwa Nataraja adalah perwujudan dari Siwa sebagai dewa para penari. Gerakan peanri ciwa adalah pacanran tenaga prima yang menyatu sehingg menciptakan alam semesta. Oleh masyarakat Bali, tarian ini dipercaya sebagai gabungan unsur Hindu, seni dan ilmu pengetahuan. 21. Tari Belibis Tari belibis adalah karya cipta Swasthi Wijaya Bandem dan I Nyoman Windah pada tahun 1984. Tari Bali ini diilhami dari kisang Angling Dharma. Saat sedang mengembara, Raja Angling Dharma bertemu dengan putri raksasa pemakan manusia. Kemudian karena khawatir diketahui sosoknya, kemudian Fishing Dharma mengutuknya menjadi burung belibis. Tarian ini ditarikan dalam sebuah kelompok. Gerakannya terlihat sangat lentur seperti seekor burung belibis. Contohnya adalah gerakan kepala dan leher, pandangan mata, serta gerakan tangan dan kaki. Tari belibis diiringi oleh gamelan Bali yang dimainkan secara agresif dan lincah. Alat musik dalam gamelan Bali antara lain Gangsa, Cengceng, Reong, Kempul, Penyahcah, Suling, Kendang, Gong, Jegogan, dan Kajar. 22. Tari Manukrawa Tari manukrawa merupakan tarian Bali yang masuk dalam kelompok tari tradisional. Tarian ini diciptakan pada tahun 1981 oleh I Wayah Dibia sebagai koreografer dan I Wayan Beratha sebagai komposer. Awalnya, tari manukrawa adalah bagian dari sendratari ramayana mahabarata bale gala-gala karya tim sendratari ramayana mahabarata Bali uang dipentaskan pada tahun 1980. Kemudian dikembangkan dan lepas sebagai tarian hiburan. Nama tarian ini merujuk pada kata “manu” yang berarti burung, serta “rawa” yang berarti rawa-rawa. Umumnya tarian ini dipentaskan oleh 5 sampai 7 penari wanita. Gerakan tarian ini menggambarkan perilaku sekelompok burung rawa yang ada dalam kisah wana parwa dari epos mahabarata. Keunikan lain dari tarian ini adalah adanya unusr gerak tari Jawa dan Sunda yang telah disesuaikan sedemikian rupa. 23. Tari Rejang Tari rejang adalah seni tari tradisional Bali yang populer digelar saat kegiatan upacara keagamaan di pura. Tarian ini memiliki gerakan sederhana naum lincah dan progresif. Tari rejang adalah simbol pengabdian kepada dewa-dewi agama Hindu Bali. Para penari mengenakan pakaian adat Bali serta hiasan yang khas. Pola lantai tarian ini membentuk barisan melingkar di halaman pura atau pelinggih dan kadang dilakukan dengan berpegangan tangan. 24. Tari Tenun Tari tenun adalah tarian adat dari Bali yang menggambarkan perempuan Bali saat membuat kain tenun atau kain tradisional khas Bali timur. Para penari menyuguhkan ekspresi gembira saat melakukan tarian. Tarian ini diciptakan pada tahun 1962 oleh I Nyoman Ridet dan I Wayan Likes. Biasanya tari tenun Bali dibawakan oleh iii orang penari atau lebih. Busana tari ini memiliki keunikan, yaitu kepala penari memakai lelunakan, baju menggunakan tapih, kamen dan selendang yang dililit di dada, sabuh prada, bunga sandat berjumlah 3 buah, serta bunga semanggi. 25. Tari Gambuh Tari gambuh adalah tari tradisional Bali berupa drama yang dipengaruhi oleh kultur Jawa-Hindu dari Jawa Timur. Tarian ini menjadi warisan drama tari klasik yang terlahir dari Puri dan masih dilestarikan hingga kini. 26. Tari Telek Tarian telak adalah salah satu tari Bali yang masih dipentaskan secara teratur oleh sejumlah banjar atau desa adat di Bumi Serombotan, Klungkung, Pancoran Geigel dan Jumpai. Bagi masyarakat Bali, tarian ini adalah sarana meminang keselamatan dunia. Bahkan mereka percaya jika tarian ini tidak dipentaskan, maka akan mengundang sasab atau penyakit, merana atau hama penyakit tanaman dan ternak, serta marabahaya dan mengacaukan harmonisasi dunia. 27. Tari Wiranata Tari wiranata adalah tari kreasi dari Bali hasil ciptaan I Nyoman Ridet pada tahun 1960. Tarian ini menggambarkan sosok heroik yang menyampaikan pesan dan kesan gagah, berwibaha dan berpengaruh. Tarian ini umumnya ditarikan oleh penari putir, meskipun juga bisa ditarikan oleh penari putra. Penari tersebut dalam melakukan secara tunggal maupun berkelompok. 28. Tari Panyembrama Panyembrama adalah tari penyambutan dari Bali yang diciptakan oleh I Wayan Berata pada tahun 1970-an. Selain sebagai tari selamat datang, tari ini juga dipentaskan dalam upacara agama Hindu di pura lengkap dengan persembahan sebelum tari sanghyang atau rejang. Tarian ini dipentaskan oleh beberapa penari perempuan dengan ciri lirikan mata, senyum dan gerak gemulai anggun mempesona. Musik pengiring tarian panyembrama adalah gamelan gong kebyar dan penari mengenakan pakaian adat Bali. 29. Tari Sanghyang Tari sanghyang adalah tarian sakral umpat Hindu Bali. Tarian ini merupakan pelengkap upacara dan berguna untuk mengusir wabah penyakit yang melanda desa atau daerah tertentu. Selain itu, masyarakat Bali percaya bahwa tarian ini dapat menjadi pelindung dari kekuatan negatif. Tari sanghyang Bali merupakan warisan kebudayaan pra-Hindu yang biasanya ditarikan oleh dua gadis yang belum dewasa dan masih suci. Terdapat aturan khusus bagi penari yang disebut pantangan, yaitu tidak boleh lewat bawah jemuran pakaian, tidak boleh berkata kasar, tidak boleh berbohong dan tidak boleh mencuri. Tari sanghyang dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain sanghyang dedar, deling, penyalin dan celeng. 30. Tari Kupu-kupu Tari ini mempunyai sebutan lain, yaitu tari kuku-kupu tarum. Tarian ini termasuk tari Bali tradisional. Menurut sejarah, tari kupu-kupu diciptakan oleh I Wayan Beratha pada tahun 1960-an. Tari ini dimainkan oleh 5 orang penari perempuan atau lebih. Inti cerita yang ingin disampaikan kepada penonton digambarkan melalui kupu-kupu bewarna biru tua atau tamum yang terbang dan hingga dari satu bunga ke bunga lainnya. Gerakan peanri menggambarkan keindahan, kedamaian dan eksotisme Pulau Dewata. Ditulis oleh Siti Hasanah Bali merupakan salah satu daerah di Indonesia yang masih kental dengan budayanya. Selain terkenal memiliki beragam pesona alam yang indah, Bali juga memiliki beragam warisan budaya yang menarik. Salah satu warisan budaya yang menjadi karakter Bali yaitu tarian tradisional. Tari adat Bali adalah salah satu warisan budaya yang masih terjaga kelestariannya hingga sekarang. Meskipun tarian modern sudah mulai mendominasi, tari adat Bali masih memiliki tempatnya tersendiri. Beberapa jenis tari tradisional Bali sudah banyak dikenal oleh penduduk lokal maupun mancanegara. Berikut ini adalah 10 jenis tari adat Bali yang masih ada hingga sekarang. 1. Tari Kecak Tarian adat Bali ini sangat terkenal. Tari Kecak memadukan seni tari dengan kisah drama, khususnya cerita Ramayana. Penari utama tarian ini hampir semua adalah laki-laki, kecuali penari yang memerankan Dewi Sinta dan beberapa penari pengiring perempuannya. Bekerja sama dengan pelukis Jerman bernama Walter Spies, Wayan Limbak pada tahun 1930 menciptakan tari kecak. Pertunjukan tarian ini dimainkan oleh para penari laki-laki yang jumlahnya banyak. Mereka duduk melingkar dan mengangkat kedua lengannya sambil menyerukan kata “cak”. Selain itu, ada juga penari utama lainnya yang memainkan tokoh dalam lakon Ramayana seperti Rama, Shinta, Hanoman, Rahwana, dan Sugriwa. Penggalan cerita di dalam tari adat Bali ini berkisah tentang Ramayana ketika barisan Hanoman dan para kera membantu Rama melawan Rahwana. Para penari yang duduk melingkar menari mengenakan kain poleng, yaitu motif kotak-kotak putih hitam yang mirip dengan papan catur, melingkari di pinggang mereka. 2. Tari Pendet Tarian ini pun cukup terkenal karena sering ditampilkan tak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Tari Pendet awalnya adalah tarian yang ditampilkan di pura-pura Bali untuk acara ritual pemujaan. Menurut keterangan beberapa ahli, tarian ini merupakan jenis tari adat untuk menyambut turunnya dewa ke bumi. Baru di saat sekarang tari pendet dijadikan sebagai tarian selamat datang saat menyambut tamu yang berkunjung ke pulau Bali. Tari pendet adalah jenis tarian adat Bali yang dikenal oleh para pecinta seni tari. Selain itu, tari pendet juga jadi salah satu pondasi kesenian di Bali karena penuh dengan unsur seni. Tari pendet juga jadi mudah diterima ketika diubah jadi versi yang lebih kekinian. Adalah I Wayan Rindi tokoh dibalik munculnya perubahan lintas generasi pada tari pendet. I Wayan Rindi merupakan salah satu seniman Bali yang mengabdikan hidupnya dengan mengamati tarian khas pulau dewata ini. Pada tahun 1950 an I Wayan Rindi sukses melakukan perubahan pada tari pendet tradisional menjadi modern. Walaupun tarian ini diubah jadi modern, nuansa kental khas Bali tak hilang dari tari pendet. 3. Tari Barong Tari adat Bali yang ketiga adalah tari barong. Tarian ini dimainkan oleh para penari yang mengenakan kostum barong dengan wajah yang seram berhiaskan ornamen khas Bali. Diduga istilah barong pada tarian ini asalnya dari kata “bahruang” yang artinya beruang. Walaupun berasal dari kata beruang, banyak juga model topeng lain, seperti baron blablasan, barong asu, barong macan, barong gajah, dan lain-lain. Beberapa masyarakat juga terkadang menggunakan topeng barong menjadi hiasan rumah. Tarian barong dibawakan oleh dua orang penari laki-laki. Penari yang memakai topeng posisinya berada di depan, sementara penari yang berada di belakang mempunyai tugas untuk menggerakan tubuh serta ekor barong. Filosofi, nilai, serta makna yang diangkat dalam tari barong yaitu peperangan antara sifat baik dengan sifat buruk. Barong mewakili sifat baik, sementara rangda mewakili sifat jahat. Tarian ini sakral sekali dan hanya dibawakan pada upacara ritual tertentu. 4. Tari Legong Tarian ini pada era kerajaan Bali hanya ditampilkan di lingkungan keraton. Legong sendiri berasal dari kata “Leg” yang artinya luwes dan “gong” yang diterjemahkan sebagai gamelan. Karena itulah, tarian ini gerakannya lemah gemulai. Tari legong diiringi oleh gamelan tradisional khas Bali yang disebut Semar Pegulingan. Para penari legong menari sambil memainkan kipas. Seiring dengan berjalannya waktu di Bali berkembang beberapa jenis tari legong Jenis tarian legong tersebut di antaranya legong keraton atau disebut juga legong lasem, legong jobog, legong legod bawa, legong sudarsana, legong smaradahana, dan legong kuntul. 5. Tari Panji Semirang Sumber Tarian adat Bali ini diakui sebagai sebuah tari pertunjukan yang dibawakan diluar pura. Tari Panji Semirang menceritakan kisah seorang putri yang bernama Galuh Candrakirana. Dia sedang mengembara sambil menyamar menjadi laki–laki bernama Raden Panji. Salam Budaya, kepada pengunjung situs SeniBudayaku yang senantiasa semangat melestarikan seni dan budaya Nusantara. Pada kesempatan ini Senibudayaku akan membahas macam-macam tarian Tradisional Bali yang tergolong dalam jenis tarian sakral. Tarian tradisional Bali merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa yang harus kita jaga dan kita lestarikan. Dengan cara mengenalkan kepada pembaca dan masyarakat tentu akan membantu pelestarian budaya bangsa ini. Apa saja jenis tarian tradisional Bali itu? Nama tarian dan penjelasan singkatnya bagaimana? Lebih jelasnya simak rangkuman kami berikut ini. Tarian Tradisional Bali Pada dasarnya seni tari Bali dikategorikan menjadi 3 jenis, yaitu Tari Wali seni tari pertunjukan sakral yang akan kami bahas pada rangkuman di bawah ini, Tari Bebali pertunjukan tari semi sakral, dan Tari Balih-balihan Tarian hiburan ditampilkan untuk pengunjung. Apa itu tari Wali ? Simak ulasan kami berikut ini. Tarian Wali Tarian Tradisional Bali Jenis Tarian Sakral Tari Wali atau seni tari pertunjukan sakral merupakan salah satu jenis tari bali yang hanya ditampilkan dalam rangkaian upacara adat di dalam kawasan pura. Yang termasuk dalam jenis tari Wali antara lain a. Tari Sang Hyang Tari Sang Hyang yaitu tarian tradisional bali berupa tarian sakral yang ditampilkan dalam upacara adat suci. Sampai saat ini, Tari Sang Hyang tidak diadakan sekedar sebagai sebuah tontonan. Tari Sang Hyang merupakan tari kerauhan trance karena setiap menampilkan tari ini penari harus kemasukan roh bidadari dan binatang yang mempunyai kekuatan gaib. Tarian tradisional ini adalah warisan budaya Pra-Hindu yang dimaksudkan sebagai penolak bahaya. Karena dengan tarian ini bisa membuka komunikasi spiritual dari warga masyarakat dengan alam gaib. Tarian ini dibawakan oleh penari putri maupun putra dengan iringan paduan suara pria dan wanita yang menyanyikan tembang-tembang pemujaan. Di daerah Sukawati-Gianyar, tari ini juga diiringi dengan Gamelan Palegongan. Di dalam Tarian ini pasti selalu ada tiga unsur penting yang terkandung di dalamnya, yaitu asap atau api, Gending Sang Hyang, dan medium baik berbentuk orang atau boneka. Begitu juga dalam penyelenggaraannya, tari ini melalui tiga tahap penting, yaitu a. Nusdus Nusdus adalah upacara penyucian medium dengan asap/ api. b. Masolah Masolah adalah penari yang sudah kemasukan roh muIai menari. c. Ngalinggihang Ngalinggihang adalah mengembalikan kesadaran medium dan melepas roh yang memasuki dirinya untuk kembali ke asalnya. Tari Sang Hyang juga mempunyai banyak jenisnya. Beberapa jenis Tari Sang Hyang yang hingga kini masih ada di Bali, di antaranya ialah sebagai berikut Sang Hyang Dedari Sang Hyang Deling Sang Hyang Bojog Sang Hyang Sampat Sang Hyang Jaran Sang Hyang Celeng Sang Hyang Dedari Tari Sang Hyang Dedari termasuk tarian sakral yang tidak untuk dipertontonkan sebagai fungsi pertunjukan. Tetapi hanya diselenggarakan dalam rangkaian upacara suci. Jadi, tarian ini tidak sembarangan bisa dimainkan. Dalam permainannya, tarian ini dilakukan oleh sepasang gadis cilik yang belum akil balig. Sebelum menari, kedua gadis harus diupacarai terlebih dahulu untuk memohon datangnya sang Dedari ke dalam badan kasar mereka. Prosesi ini diiringi dengan paduan suara gending Sang Hyang yang dilakukan oleh kelompok paduan suara wanita dan pria. Biasanya kedua gadis itu kemudian akan pingsan, sebagai tanda bahwa roh Dedari telah merasukinya. Setelah itu, kemudian beberapa orang membangunkan dan mamasangkan hiasan ke kepala kedua anak gadis itu. Selanjutnya, kedua anak gadis yang dalam keadaan tidak sadar di bawa ke tempat menari. Setelah di tempat menari, kedua gadis kecil itu diberdirikan di atas pundak dua orang pria yang kuat. Dengan iringan gamelan Palegongan, kedua penari menari-nari di atas pundak si pemikul yang berjalan berkeliling pentas. Gerakan tarian yang dilakukan itu mirip dengan Tari Legong. Selama tarian ini berlangsung, mata kedua gadis itu tetap tertutup rapat. Menari di atas bahu sesaorang tanpa terjatuh. Kegiatan ini seharusnya tidak mungkin dilakukan oleh gadis-gadis cilik dalam keadaan sadar. Apalagi biasanya si gadis belum pernah belajar menari sebelumnya. Tetapi itu bisa mereka lakukan setelah berhasil mamasukkan roh Dedari ke dalam tubuh mereka. Tarian tradisional Bali yang dianggap suci ini diadakan dalam upacara untuk memohon keselamatan dari bencana atau wabah penyakit yang menyerang suatu desa. Dengan harapan agar desa mereka terhindar dari bencana dan bisa hidup aman sentosa. Pertunjukan Tari Sanghyang Dedari b. Tari Rejang Yang termasuk juga tarian wali adalah Tari Rejang. Tari Rejang yaitu tarian tradisional Bali yang memiliki gerakan sederhana dan lemah gemulai. Tarian ini dilakukan secara kelompok atau massal dihalaman pura saat berlangsungnya upacara. Bisa diiringi dengan gamelan Gong Kebyar atau Gong Gede. Terdapat beberapa macam tari Rejang yang dibagi berdasarkan status sosial penarinya, antara lain Rejang Deha untuk Tari Rejang deha ini, ditarikan oleh remaja putri Rejang Renteng tari ini ditarikan dengan saling memegang selendang Rejang Oyopadi Rejang Galuh Rejang Dewa c. Tari Baris Yang juga termasuk dalam tarian wali adalah Tari Baris. Tari ini adalah sebagai tarian upacara. Namanya yang berasal dari kata bebaris diartikan sebagai "pasukan". Dan sesuai dengan namanya, tari ini menggambarkan ketangkasan pasukan prajurit. Tari tradisional ini merupakan tarian kelompok yang dibawakan oleh pria. Umumnya ditarikan 8 sampai lebih dari 40 penari, dengan gerakan yang lincah, cukup kokoh, lugas, dan dinamis, dengan diiringi Gong Kebyar dan Gong Gede. Setiap jenis kelompok penarinya membawa senjata, perlengkapan upacara, dan kostum dengan warna yang berbeda, yang kemudian menjadi nama dari jenis-jenis tari Baris yang ada. Macam-macam tari Baris yang masih ada di Bali ialah sebagai berikut. 1. Baris Katekok Jago Tari Baris Katekok Jago adalah Tari Baris yang membawa senjata tombak poleng. Yaitu tombak yang tangkainya berwarna hitam dan putih. Tarian ini memakai busana loreng hitam putih dan ditarikan dalam upacara Pitra Yadnya Ngaben. Umumnya tarian ini ada di daerah Badung dan Kodya Denpasar. Sedang Tari Baris sejenis di Buleleng, biasanya disebut dengan Baris Bedug, dan untuk di Gianyar biasanya disebut Baris Poleng. 2. Baris Tumbak Baris tumbak adalah Tari Baris yang membawa senjata tombak dan berbusana awiran berlapis-Iapis. Biasanya ditarikan dalam upacara Dewa Yadnya. Tarian ini banyak dijumpai di daerah Badung, Bangli, dan Gianyar. 3. Baris Dadap Untuk Tari Baris Dadap ini adalah Tari Baris yang membawa senjata dadap, semacam perisai, ketika bermain tari. Untuk tari ini, gerakannya lebih Iembut dari jenis-jenis Tari Baris lainnya. Dalam pementasan Baris Dadap ini, penarinya menari sambil menyanyikan tembang berlaras slendro dengan diiringi gamelan Angklung yang juga berlaras slendro. Biasa ditarikan dalam upacara Dewa Yadnya, kecuali di daerah Tabanan ditarikan dalam upacara Pitra Yadnya, banyak dijumpai di daerah Bangli, Buleleng, Gianyar, dan Tabanan. 4. Baris Pendet Yang termasuk juga bagian dari Tari Baris adalah Tari Pendet. Tari Baris Pendet adalah jenis Tari Baris yang para penarinya tampil tanpa membawa senjata perang, melainkan sesaji canang sari. Tarian ini ditarikan dalam upacara Dewa Yadnya Di desa Tanjung Bungkak Denpasar penari baris membawa canang yang disebut canang oyod. Pada bagian akhir tarian, para penari ini menari menggunakan kipas sambil “ma-aras-arasan” atau bersuka ria. 5. Baris Bajra Tari Baris Bajra adalah jenis Tari Baris yang membawa senjata gada dengan ujungnya berbentuk bajra saperti gada Bhima. Biasa ditarikan dalam upacara Dewa Yadnya serta dapat dijumpai di daerah Bangli dan Buleleng. 6. Baris Tamiang Tari Baris Tamiang adalah Tari Baris yang membawa senjata keris dan perisai yang dinamakan Tamiang ketika menari. Tarian ini dapat dijumpai di daerah Badung. 7. Baris Kupu-kupu Tari Baris Kupu-kupu ini sesuai dengan temanya, yang melukiskan kehidupan binatang kupu-kupu dan penarinya mengenakan sayap kupu-kupu. Gerakan tariannya lincah dan dinamis menirukan gerak-gerik kupu-kupu. Hingga kini, tari ini ada di desa Renon dan Lebah Denpasar. 8. Baris Bedil Tari Baris Bedil adalah tari yang ditarikan oleh beberapa pasang penari yang membawa imitasi senapan berlaras panjang bedil terbuat dari kayu. Biasanya ditampilkan dalam upacara Dewa Yadnya. Tarian ini terdapat di daerah Klungkung, Bangli, dan Badung. 9. Baris Cina Untuk tari yang satu ini, mungkin namanya agak terdengar aneh karena mirip dengan nama negara, yaitu negara Cina. Tari Baris ini diduga mendapat pengaruh budaya Cina. Terutama keunikannya yang terlihat dari tata busana calana panjang dangan baju lengan panjang, selempang kain sarung, bertopi, berkacamata hitam, sarta memakai senjata pedang. Khas busana yang biasa dipakai oleh kebanyakan rakyat Cina pada umumnya. Tari tradisional Bali ini gerakannya mangambil gerakan pancak silat. Biasanya tarian ini diiringi dengan gamelan Gong Bheri, yaitu Gong tanpa moncol. Tarian ini menggambarkan pasukan juragan asal tanah Jawa yang datang ke Bali. Biasanya, tarian ini ditampilkan dalam upacara Dewa Yadnya dan terdapat di dasa Renon dan Belanjong, Sanur Denpasar. 10. Baris Cendekan Baris Cendekan adalah Tari Baris yang ditarikan oleh beberapa pasang penari yang membawa senjata tombak yang pendek atau cendek. Biasanya ditampilkan dalam upacara Dewa Yadnya. 11. Baris Panah Baris Panah adalah Tari Baris yang ditarikan oleh beberapa pasang penari yang membawa senjata panah. Biasanya ditampilkan dalam upacara Dewa Yadnya. Tarian ini terdapat di daerah Buleleng dan Bangli. 12. Baris Jangkang Tan Baris Jangkang adalah Tari Baris yang ditarikan oleh penari-penari yang membawa senjata tombak panjang. Biasanya ditampilkan dalam upacara Dewa Yadnya. Tari ini terdapat di daerah Bangli, Gianyar, dan Klungkung Nusa Penida. 13. Baris Gayung Baris Gayung adalah jenis Tari Baris yang ditarikan oleh sekelompok penari yang terdiri dari para pemangku dengan membawa gayung atau cantil alat untuk membawa air suci. Biasanya tarian ini ditampilkan dalam upacara Dewa Yadnya. Tari ini terdapat di daerah Bangli, Gianyar, dan Badung. 14. Baris Demang Tari Baris Demang adalah jenis Tari Baris yang ditarikan oleh sekelompok penari yang menggambarkan tokoh Demang. Demang merupakan salah satu dari tokoh Pagambuhan yang terdapat dalam drama tari klasik Gambuh dengan senjatanya pedang, tombak, panah, dan Iain-lainnya. Tari Baris ini terdapat di daerah Buleleng. 15. Baris Carekuak Baris Carekuak adalah tarian yang menggambarkan gerak-gerik sekelompok burung air carekuak ketika mencari kekasihnya, burung manuk dewata. Para penari dalam permainan tari ini memakai busana babuletan. Babeletan adalah kain yang dicawatkan sampai di atas Iutut. Selanjutnya dengan hiasan dari daun-daunan pada sekujur tubuh dan kepala. Tarian ini hanya ditampilkan dalam upacara Pitra Yadnya Ngaben dengan gamelan pengiringnya Batel Gaguntangan. Tarian ini terdapat di daerah Tabanan. 16. Baris Mamedi Baris Mamedi adalah jenis Tari Baris yang menggambarkan sekelompok roh halus mamedi yang hidup ditempat angker seperti kuburan. Para penari dalam tarian ini memakai busana yang terbuat dari dedaunan dan ranting yang diambil dari kuburan. Biasanya tarian ini diiringi dengan gamelan Balaganjur. Tarian diselenggarakan dalam rangka upacara Pitra Yadnya ngaben. Tarian ini terdapat di daerah Tabanan. 17. Baris Ketujeng Tari Ketujeng adalah jenis Tari Baris yang menggambarkan sekelompok roh halus yang hidup di tempat angker. Tari ini dimaksudkan sebagai tari pengantar atman orang yang meninggal menuju surga. Tarian ini dibawakan oleh sekelompok penari yang mengenakan busana dari dedaunan. Tari Baris ini biasanya dipertunjukan dalam upacara Pitra Yadnya Ngaben. 18. Baris Gowak Tari Baris Gowak adalah tarian yang melukiskan peperangan antara pasukan Tegal Badeng Badung dengan sekelompok burung gagak pembawa kematian. Dimana beberapa pasang penarinya memerankan prajurit Tegal Badeng dan yang lainnya sebagai sekelompok burung gagak dengan kostum yang memakai sayap. Tarian ini sangat disucikan oleh masyarakat desa Selulung, Kintamani Bangli. Tarian ini terdapat dalam Upacara Dewa Yadnya. 19. Baris Omang Tari Baris Omang adalah Tari Baris yang menggunakan senjata tombak. Gerakan tari ini perlahan-Iahan, seperti jalannya siput Omang. Tari ini menggambarkan pertempuran antara pasukan Tegal Badeng Badung dengan pasukan Guwak burung gagak. Tarian ini sangat disucikan oleh masyarakat Selulung Kintamani-Bangli. Tarian ini terdapat dalam upacara Dewa Yadnya. 20. Baris Jojor Tan Baris Jojor adalah tarian baris yang ditarikan sekelompok penari dengan membawa senjata jojor atau tombak bartangkai panjang. Tarian ini terdapat dalam upacara Dawa Yadnya. Tarian ini ada di daerah Buleleng, Bangli, dan Karangasem. 21. Baris Kuning Tari Baris Kuning merupakan tarian upacara Dewa Yadnya yang ditarikan oleh sekelompok penari pria yang berbusana serba kuning dan membawa senjata keris dan tamiang perisai. Tarian ini terdapat di daerah Buleleng. 22. Baris Tengklong Baris Tengklong adalah tari yang dibawakan oleh sekelompok penari dengan senjata pedang, gerakannya dinamis, perkasa, dan mendekati gerakan pencak silat. Tarian ini khusus ditampilkan dalam upacara di Pura Penambangan Badung, tepatnya di desa Pamedilan Kodya Denpasar. 23. Baris Kelemet Tari Baris Kelemet adalah tarian yang dibawakan oIeh sekelompok panari, yang memerankan para nelayan, dengan senjata semacam dayung, dan menggambarkan orang naik sampan di laut untuk menangkap ikan. Tari ini ada dalam upacara Dawa Yadnya. Tari ini terdapat di daerah Badung. d. Tari Janger Yang termasuk juga dalam kelompok tari wali adalah Tari Janger. Tiri Janger merupakan jenis tarian pergaulan yang sangat populer di Bali, terutama bagi muda mudi. Tarian ini dilakukan oleh sekitar 10 pasang muda-mudi. Selama tarian berlangsung, kelompok penari wanita Janger dan kelompok penari pria Kecak menari dan bernyanyi bersahut-sahutan. Pada umumnya lagu-lagunya bersifat gembira sesuai dengan alam kehidupan mereka. Gamelan yang biasa dipakai mengiringi tari ini disebut Batel Tetamburan yang dilengkapi dengan sepasang gender wayang. Tarian tradisional Bali ini diduga muncul sekitar abad ke XX, merupakan perkembangan dari Tari Sang Hyang. Jika kecak merupakan perkembangan dari paduan suara pria, sedangkan jangernya merupakan perkembangan dari paduan suara wanita. Lakon yang dibawakan dalam Tari Janger antara lain Arjuna Wiwaha, Sunda Upasunda, dan lain sebagainya. Tari Janger dapat dijumpai hampir di seluruh daerah Bali, setiap daerah mempunyai variasi tersendiri sesuai dengan selera masyarakat setempat. Tari Janger di daerah Tabanan biasanya dilengkapi dengan penampilan peran Dag, yaitu seorang berpakaian seperti jenderal tentara Belanda dengan gerak-gerak Improvisasi yang kadang-kadang memberi komando kepada penari Janger maupun Kecak. Di desa Metra Bangli, pada akhir pertunjukan Tari Janger terdapat para penarinya selalu kerauhan. Jika di desa Sibang Badung, Tari Janger diiringi dengan Gamelan Gong Kebyar yang oleh masyarakat setempat disebut Janger Gong. Dari beberapa macam tari Janger, yang masih aktif diantaranya Janger Kedaton Denpasar Janger Singapandu Gianyar

berikut jenis iringan tari bali kecuali